Selasa, 18 Februari 2014

Manusia dan Lingkungan



A.    Pengertian manusia dan Lingkungan
1.      Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensi untuk tunduk kepada aturan hokum alam, kelahiran, pertumbuhan, perkembangan dan mati, serta berinteraksi dengan alam dan lingkunangannya.
2.      Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah suatu media untuk makhluk hidup tinggal, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara timbale balik dengan keberadaan makhluk hidup, terutama manusia.

B.     Kolearasi antara Manusia dengan Lingkungan
1.      Pengertian Ekologi
Beberapa definisi untuk ekologi, yakni :
Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbale balik manusia dengan lingkungan.
Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukian penyebaran dan kepadatan makhluk hidup.
Ekologi adalah Biologi Lingkungan.
2.      Lingkungan hidup manusia
Manusia hidup di dalam lingkuan alam dan social budaya. Dalam lingkungan alam, manusia hidup dalam ekosistem, dan di dalam ekosistem terdapat komponen biotic dan abiotik.
Komponen abiotik diantaranya :
a.       Tanah yang merupakan tempat tumbuh bagi tumbuhan dan merupakan tempat tinggal bagi manusia dan hewan-hewan.
b.      Udara atau gas-gas  yang membentuk atmosfer, oksigen diperlukan untuk bernafas dan karbondioksida digunakan untuk fotosintetis.
c.       Air, baik sebagai tempat tinggal makhluk-makhluk hidup yang tinggal di dalam air.
d.      Cahaya, terutama cahaya matahari.
e.       Suhu atau temperature.        

Sedangkan Komponen Biotik :  
                                          a.     Produsen, kelompok ini yang menghasilkan makanan dari zat-zat anorganik
                                          b.     Konsumen, merupakan kelompok yang makan zat-zat organic yang dibuat oleh produsen.
                                          c.     Pengurai adalah makhluk yang menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup yang sudah mati.

C.    Pengaruh Manusia pada Alam Lingkungan Hidupnya
Dalam mencari tempat manusia selalu memperhatikan sumber air, dimana mereka memilih tempat yang dekat dengan mata air, danau dsb. Manusia mulai bercocok tanam dengan baik, misalnya system bersawah, disinilah manusia mengetahui sifat-sifat alam lingkungan hidupnya.
Manusia mulai mngubah semua komunitas biologis di tempat mereka hidup. Perubahan lebih jelas di perkotaan, dibandingkan dengan di hutan rimba yang penduduknya masih sedikit primitive.
Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh positif ataupun negative. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapat keuntungan dari perubahan tersebut, dang tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.

D.    Sumber Alam
Sumber alam digolongkan menjadi dua bagian, yakni:
                         a.            Sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable resource) atau disebut pula sumber-sumber alam biotic
                         b.            Sumber alam yang tidak dapat piperbaharui (nonrenewable resources) atau disebut sebagai golongan sumber alam abiotik.
Seyogyanya manusia menggunakan baik sumber daya biotic dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab.           
Manusia memandang alam lingkungannya denganm bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber alam. Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah, air, fauna, flora, bahan-bahan galian dan sebagainya.
E.     Permasalahan-Permasalahan Yang Timbul
1.      Pencemaran Suara
Peristiwa erosi terjadi dan dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia. Manusia sering menebang pohon-pohon dan tidak diimbangi penanaman kembali. Hal tersebut merugikan bagi lingkungan.
2.      Pencemaran Lingkungan
                                       a.        Pencemaran Tanah
                                       b.        Pencemaran air
                                       c.        Pencemaran Udara
                                      d.        Pencemaran Suara
3.      Kehutanan
Usaha- usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi hutan antara lain :
1)      Melarang penebangan kayu tanpa ijin dari pemerintah
2)      Menebang hutan secara selektif
3)      Melakukan peremajaan tanaman
4)      Melakukan rehabilitasi dan reboisasi
5)      Melakukan penanaman di lahan kritis

F.     IPTEK dan Kelestarian Hidup
1.      Pandangan baru terhadap lingkungan
Kerusakan lingkungan oleh aktifitas manusia yang meningkat antara lain tercemarnya lingkungan oleh pestisidaserta limbah industry dan transportasi, dsb.
Pemanasan global pada tiga decade akhir abad ke 20telah menimbulkan :
                                       a.        Peningkatan suhu
                                       b.        Perubahan iklim
                                       c.        Peningkatan intensitas dan kualitas badai
                                      d.        Kenaikan suhu serta permukaan air laut      
Hal tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah dunia sering mengalami bencacna. Sementara itu, air hujan semakin asam sehingga merusak lahan pertanian, hutan, dan biota lainnya.
2.      Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan social ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup.
                                       a.        Dampak positif bagi lingkungan hidup
Bidang Industri:
1)      Diperluasnya lapangan kerja dengan berdirinya industry baru
2)      Perkembangan industry bertambah baik
3)      Memperoleh devisa dari industry pariwisata
Bidang Pertanian
1)      Bertambahnya varietas baru dan unggul
2)      Peningkatan hasil produksi pertanian
3)      Dikenal dan dipakainnya alat-alat pertanian modern
                                       b.        Dampak negative bagi lingkungan hidup
Bidang Lingkungan alam:
1)      Pemupukan yang berlebihan mengakibatkan pencemaran tanah
2)      Rusaknya lingkungan alam
3)      Terjadinya banjir dan erosi

G.    Manusia dan Lingkungan Sosial Budaya
Beberapa paham tentang hubungan manusia dengan lingkungan, seperti:
1.      Paham kosmogini, bahwa manusia harus menyesuaikan diri dengan alam karena alam sendiri yang mengetahui paling baik.
2.      Paham determinisme, bahwa perkembangan manusia sangat ditentukan oleh alam lingkungannya.
3.      Paham Posibilisme, bahwa alam bukan merupakan factor yang menentukan melainkan menjadi factor pengontrol, peluang atau kemungkinan terjadinya kegiatan dan kebudayaan manusia.
4.      Paham Optimisme, manusia merupakan factor dominan dengan lingkungannya.
5.      Paham Ketuhanan, sesuai dengan keyakinan agama, bahwa manusia dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan YME, manusia bukan penguasa alam, akan tetapi hanya sekedar khalifah, pembawa amanat dimuka bumi.
David L. Sill, menyatakan bahwa problema lingkungan ada 5, yaitu :
1)        Prejude (purbasangka)
2)        Peace (perdamaian)
3)        Poverty (kemiskinan)
4)        Population (penduduk)
5)        Pollution (polusi)
Ada beberapa teori untuk memulai dari mana menyelesaikan problema tersebut, yaitu :
1.      Teori Modernisasi
Menganggap kualitas hidup manusia ditentukan karakter mental psikologis dan social budaya sendiri.
2.      Teori Human Capital
Memandang bahwa lingkungan social tergantung penguasaan iptek warga masyarakat di samping mental, psikologis, dan social budaya.
3.      Teori Dependency
Mengatakan bahwa keterbelakangan disebabkan eksploitasi pihak luar, oleh karena itu lingkungan social harus dilakukan atas dasar dasar kemampuan sendiri.
4.      Teori Determinisme Geografi
Memandang bahwa kondisi lingkungan geografis menentukan corak dan kualitas hidup masyarakat.

Manajemen Kurikulum



A.     Pengertian dan Asas-Asas Kurikulum
Kurikulum dalam arti sempit sekali adalah jadwal pelajaran. Kurikulum dalam arti sempit adalah semua pelajaran baik teori maupun praktik yang diberikan kepada siswa selama mengikuti pendidikan tertentu (pemberian bekal pengetahuan dan keterampilan). Kurikulum dalam arti luas adalah semua pengalaman yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada siswa selama mengikuti pendidikan.
Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain, sehingga kita peroleh penggolongan sebagai berikut :
  1. Kurikulum dapat dilihat sebagai produk, yaknii sebagai hasil karya para pengembang kurikulum, biasanya dalam suatu panitia. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum, yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang  harus diajarkan.
  2. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program, yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggapp dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah, pertandingan, pramuka, warung sekolah dan lain-lain.
  3. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa, yakni pengetahuan, sikap, keterampilan tertentu. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari.
  4. Kurikulum sebagai pengalaman siswa. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. Ada kemungkinan, bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana.
Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yakni :
  1. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat Negara
  2. Asas psikologis yang memperhtiungkan faktor anak dalam kurikulum yakni psikologi anak, perkembangan anak, dan psikologi belajar, bagaimana proses belajar anak.
  3. Asas sosiologis, yaitu keadaan masyarakat, perkembangan dan perubahannya, kebudayaan manusia, hasil kerja manusia berupa pengetahuan, dan lain-lain.
  4. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan.

B.     Fungsi dan Prinsip Manajemen Kurikulum

Manajemen kurikulum ini tidak hanya berfungsi untuk peserta didik tetapi juga berfungsi untuk pendidik (guru). Adapun fungsi kurikulum terhadap peserta didik yakni dimana kurikulum sebagai organisasi pengalaman belajar disusun dan disiapkan untuk murid sebagai salah satu “konsumen”. Dengan ini diharapkan mereka akan dapat sejumlah pengalaman baru yang kelak dapat dikembangkan seirama dengan perkembangannya guna melengkapi bekal hidupnya. Sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan, kurikulum diharapkan mampu menawarkan program-program pada anak didik yang akan hidup pada zamannya, dengan latar belakang sosiohistoris dan cultural yang berbeda dengan zaman dimana kedua orang tuanya berada. Sedangkan fungsi kurikulum bagi guru yakni sebagai:

1. Pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisasikan pengalaman belajar pada anak didik.
2. Pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik dalam rangka meyerap sejumlah pengalaman yang diberikan.

Dengan adanya kurikulum, sudah barang tentu tugas pendidik sebagai pengajar dan pendidik lebih terarah. Pendidik juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dan sangat penting dalam proses pendidikan, dan merupakan salah satu komponen yang berinteraksi secara aktif dengan anak didik dalam pendidikan. Sebagai pedoman, kurikulum dijadikan alat yang berfungsi untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Kurikulum suatu sekolah memuat uraian mengenai jenis-jenis program apa yang dilaksanakan sekolah tersebut.

Menurut Nana Syaodih S prinsip pengembangan kurikulum terbagi menjadi dua prinsip yaitu:

1. Prinsip Umum

a. Prinsip Relevansi à ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum, yaitu relevansi keluar dan relevansi dalam. Relevansi keluar maksudnya tujuan, isi dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangannya. Sedangkan relevansi dalam yaitu adanya kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum yaitu antara tujuan, isi, proses penyampaian, dan penilaian.

b. Prinsip Fleksibilitas à kurikulum hendaknya bersifat fleksibel, yakni dalam pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daerah, waktu maupun kemampuan dan latar belakang anak.

c. Prinsip Kontinuitas à kesinambungan. Perkembangan dan proses belajar anak berlansung secara berkesinambungan, tidak terputus-putus atau berhenti-henti.

d. Prinsip Praktis à mudah dilaksanakan dengan menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya juga murah.
e. Prinsip Efektivitas à walaupun kurikulum harus murah dan sederhana tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan.

2. Prinsip Khusus

a. Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan.
b. Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan.
c. Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar.
d. Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran.
e. Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian.[6]

C. Manajemen Perencanaan Kurikulum

Perencanaan kurikulum adalah suatu proses sosial yang kompleks dan menuntut berbagai jenis tingkat pembuatan keputusan kebutuhan untuk mendiskusikan dan mengkoordinasikan proses penggunaan model-model aspek penyajian kunci. Sebagaimana pada umumnya rumusan model perencanaan harus berdasarkan asumsi-asumsi rasionalitas dengan pemrosesan secara cermat. Proses ini dilaksanakan dengan pertimbangan sistematik tentang relevansi pengetahuan filosofis (isu-isu pengetahuan yang bermakna), sosiologis (argumen-argumen kecenderungan sosial), dan psikologi (dalam menentukan urutan materi pelajaran).

Perencanaan kurikulum dijadikan sebagai pedoman yang berisi petunjuk tentang jenis dan sumber peserta yang diperlukan, media penyampaian, tindakan yang perlu dilakukan, sumber biaya, tenaga, sarana yang diperlukan, sistem kontrol, dan evaluasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan perencanaan akan memberikan motivasi pada pelaksanaan sistem pendidikan sehingga dapat mencapai hasil yang optimal. Kegiatan inti pada perencanaan adalah merumuskan isi kurikulum yang memuat seluruh materi dan kegiatan yang dalam bidang pengajaran, mata pelajaran, masalah-masalah, proyek-proyek yang perlu dikerjakan. Isi kurikulum dapat disusun sebagai berikut:
  • Bidang-bidang keilmuan yang terdiri atas ilmu-ilmu sosial, administrasi, ekonomi, komunikasi, IPA, matematika, dan lain-lain.
  • Jenis-jenis mata pelajaran disusun dan dikembangkan bersumber dari bidang-bidang tersebut sesuai dengan tuntutan program.
  • Tiap mata pelajaran dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasan atau standar kopetensi dan kopetensi dasar.
  • Tiap-tiap mata pelajaran dikembangkan dalam bentuk silabus.[7]
Dari rumusan perencanaan di atas penulis menyimpulkan bahwa kurikulum itu tidak hanya memuat pada rangkaian susunan mata pelajaran, tetapi juga memuat seluruh aspek kegiatan pendidikan dan pendukung-pendukungnya. Hanya saja dalam perumusan lebih banyak difokuskan pada perencanaan pengajaran dengan menyusun materi ajar. Karena materi pelajaran adalah sesuatu yang dianggap sangat urgen dalam kurikulum. Maka dalam perumusannya juga sangat diperlukan adanya landasan yang kokoh untuk sebagai pedoman.


D.Manajemen Pengorganisasian dan Pelaksanaan Kurikulum

Manajemen pengorganisasian dan pelaksanaan kurikulum adalah berkenaan dengan semua tindakan yang berhubungan dengan perincian dan pembagian semua tugas yang memungkinkan terlaksana. Organisasi kurikulum merupakan pola atau desain bahan kurikulum yang tujuannya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Pengorganisasi kurikulum sangat terkait dengan pengaturan bahan pelajaran yang ada dalam kurikulum, sehingga dalam hal ini, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pengorganisasian kurikulum, di antaranya:

Ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran à dalam hal ini yang menjadi pertimbangan dalam penentuan materi pelajaran adalah adanya integrasi antara aspek masyarakat (yang mencakup nilai budaya dan sosial) dengan aspek siswa (yang mencakup minat, bakat dan kebutuhan). Dan dalam hal ini, bukan hanya materi pelajaran yang harus diperhatikan, tetapi bagaimana urutan bahan tersebut dapat disajikan secara sistematis dalam kurikulum. Kontinuitas kurikulum dalam hal ini yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian kurikulum adalah yang berkaitan dengan substansi bahan yang dipelajari siswa, agar jangan samapi terjadi pengulangan ataupun loncat-loncat yang tidak jelas tingkat kesukarannya.

Keseimbangan bahan pelajaran à dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian bahan pelajaran dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang terus terjadi. Oleh sebab itu dalam pengorganisasian kurikulum keseimbangan substansi isi kurikulum harus dilihat secara komprehensif untuk kepentingan siswa sebagai individu, tuntutan masyarakat, maupun kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka dalam penentuan bahan pelajaran, aspek estetika, intelektual, moral, sosial-emosional, personal, religius, seni-aspirasi dan kinestetik, semuanya harus terakomodasi dalam isi kurikulum.

Alokasi waktu dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah alokasi waktu yang dibutukan dalam kurikulum harus sesuai dengan jumlah materi yang disediakan. Maka untuk itu, penyusunan kalender pendidikan untuk mengetahui secara pasti jumlah jam tatap muka masing-masing pelajaran merupakan hal yang terpenting sebelum menetapkan bahan pelajaran.

Dalam manajemen, pelaksanaan kurikulum bertujuan supaya kurikulum dapat terlaksana dengan baik. Dalam hal ini manajemen bertugas menyediakan fasilitas material, personal dan kondisi-kondisi supaya kurikulm dapat terlaksana. Pelaksanaan kurikulum dibagi menjadi dua:

1. Pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah, yang dalam hal ini langsung ditangani oleh kepala sekolah. Selain dia bertanggung jawab supaya kurikulum dapat terlaksana di sekolah, dia juga berkewajiban melakukan kegiatan-kegiatan yakni menyusun kalender akademik yang akan berlangsung disekolah dalam satu tahun, menyusun jadwal pelajaran dalam satu minggu, pengaturan tugas dan kewajiban guru, dan lain-lain yang berkaitan tentang usaha untuk pencapaian tujuan kurikulum.

2. Pelaksanaan kurikulum tingkat kelas, yang dalam hal ini dibagi dan ditugaskan langsung kepada para guru. Pembagian tugas ini meliputi:

a. Kegiatan dalam bidang proses belajar mengajar.
b. Pembinaan kegiatan ekstrakulikuler yang berada diluar ketentuan kurikulum sebagai penunjang tujuan sekolah.
c. Kegiatan bimbingan belajar yang bertujuan untuk mengembangkan potensi yang  berada dalam diri siswa dan membantu siswa dalam memecahkan masalah.



Sumber :


Nilai dan Fungsi Uang



A. Fungsi uang
Dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, uang memegang peranan yang sangat penting. Bahkan uang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Sulit membayangkan orang dapat hidup tanpa uang. Dalam sistem perekonomian, uang mempunyai tujuan pokok, yaitu:
1. memudahkan pertukaran barang dan jasa,
2. dapat menghemat waktu dan tenaga untuk melangsungkan perdagangan.

Fungsi uang, berarti kegunaan uang itu bagi setiap orang, organisasi atau masyarakat yang memilikinya.
Fungsi uang yang sedemikian penting
itu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: fungsi primer, fungsi sekunder, dan fungsi dinamis.
a. Fungsi asli atau fungsi primer
1. Uang sebagai alat tukar umum (medium of change)
Uang dapat mempermudah pertukaran barang dan jasa, serta memperlancar perekonomian. Jadi, uang dapat ditukarkan dengan berbagai jenis barang/jasa yang diperlukan secara mudah.
2. . Uang sebagai alat satuan hitung (unit of account) atau pengukur nilai (standard of value)
Satuan hitung adalah nilai suatu barang dan jasa yang dinyatakan dengan uang. Sebagai satuan hitung
berarti uang dipergunakan sebagai alat untuk menunjukkan nilai barang dan jasa yang diperjualbelikan di pasar dan besarnya kekayaan yang bias dihitung berdasarkan penentuan harga barang tersebut. Atau bahwa uang itu dipakai sebagai satuan nuntuk mengukur nilai tukar atau harga barang.
b Fungsi turunan atau fungsi sekunder
Dengan adanya fungsi asli uang, muncullah fungsi-fungsi lain yang disebut fungsi turunan. Fungsi turunan dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Uang sebagai alat pembayaran yang sah (means of payment)
Pemerintah menetapkan, bahwa uang itu adalah tanda pembayaran yang sah. Artinya, uang itu harus diterima sebagai alat pembayaran yang sah. Uang berfungsi sebagai alat pembayaran yang dapat diterima oleh semua orang. Misalnya: untuk membayar pajak, gaji, jasa, denda, utang pemberian hadiah, penghargaan atas prestasi seseorang, pembelian barang, dan lain-lain.
2. Uang sebagai alat untuk menabung
Orang yang mempunyai kelebihan penghasilan dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung atau disimpan di bank. Menurut J.M. Keynes,alasan seseorang menabung uangnya dalam bentuk tunai adalah untuk melakukan transaksi, berjaga- jaga, atau spekulasi. Karena kalau orang ingin menyimpan atau menabung, maka barang yang disimpan atau ditabung adalah uang.
3. Uang sebagai alat menimbun kekayaan (store value)
Dengan uang seseorang dapat menimbun kekayaan dengan cara membeli tanah, rumah, kendaraan,
dan perhiasan. Dengan uang seseorang akan lebih mudah menukarkan suatu barang dengan barang lain yang ia kehendaki.
4. Uang sebagai alat untuk menciptakan kesempatan kerja.
Orang dapat menggunakan uang untuk membuka lapangan kerja baru atau memperluas usahanya ia dapat mendirikan pabrik, membuka bengkel, membuka perkebunan atau usaha dagang. Semua usaha itu dapat menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi pengangguran. Uang merupakan lambang kedudukan dalam masyarakat serta dasar kekuasaan ekonomi. Harapan untuk mendapatkan uang mendorong orang untuk bekerja dan berusaha.
5. Standar pembayaran utang (standard of deffered payment)
Uang disebut alat pembayaran yang sah, tidak hanya dalam hal jual beli barang dan jasa, tetap juga bila tidak ada balas jasa yang langsung diterima. Misalnya orang membayar pajak kepada negara, melunasi utang, dan membayar denda.
6. Penunjuk harga
Dalam perdagangan barang dan jasa, uang itu ditetapkan sebagai penunjuk harga untuk satuan barang atau jasa.
7. Alat pembentuk modal.
jika seseorang atau beberapa orang mendirikan atau sedang menjalankan perusahaan maka modal perusahaan itu dinyatakan dengan uang.
c. Fungsi dinamis
Uang dapat menentukan kegiatan perekonomian terutama dalam kegiatan moneter dan fiskal di mana kebijakan yang dapat ditempuh oleh suatu negara maupun oleh seseorang kadang-kadang dipengaruhi oleh beredarnya uang di masyarakat, sehingga pada gilirannya akan timbul kecenderungan-kecenderungan terhadap pengaruh naiknya barang-barang atau sebaliknya mungkin akan berakibat turunnya harga barang-barang tersebut.
Sebagai contoh, kebijakan pemerintah dalam bidang moneter dan fiskal untuk mengatasi inflasi jelas sebagai akibat dari pengaruh uang secara dinamis, yang mengakibatkan harga-harga barang kebutuhan pokok naik secara drastis. Sebaliknya, pemerintah akan melakukan kebijakan terhadap arus beredarnya barang atau jasa di masyarakat. Dengan demikian, pemerintah selalu berupaya menstabilkan lalu lintas uang dan barang agar dampak negatif dari fungsi uang secara dinamis dapat digunakan sebagai salah satu derajat perkembangan perekonomian bangsa secara positif.
B.Nilai Uang
a. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera
pada mata uang. Misalnya, seribu rupiah (Rp1.000,00), atau lima ratus rupiah (Rp500,00).

b. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.

c. Nilai riil/nilai tukar uang adalah nilai uang yang diukur dengan daya beli atau kemampuan uang tersebut untuk membeli berbagai barang dan jasa sesuai dengan harga yang berlaku

d. Nilai internal, yaitu nilai uang untuk dapat ditukar dengan suatu barang. Misalnya uang Rp500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan uang Rp10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso.

e. Nilai eksternal disebut juga kurs mata uang yaitu nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Contohnya, kurs mata uang dolar Amerika Serikat terhadap
rupiah adalah US$1 = Rp9.205,00

c. Nilai riil/nilai tukar, Nilai riil/nilai tukar uang adalah nilai uang yang diukur dengan daya beli atau kemampuan uang tersebut untuk membeli berbagai barang dan jasa sesuai dengan harga yang berlaku. Daya beli tergantung pada tingkat harga yang berlaku. Contoh: pada musim panen harga gabah Rp 250,00/kg. Bila kita mempunyai uang Rp 10.000,00; maka kita dapat membeli 40 kg gabah. Tetapi pada musim paceklik harga gabah Rp 400,00/kg, sehingga kita hanya mampu membeli 25 kg gabah. Jadi, nilai tukar Rp 10.000,00 sama dengan 40 kg gabah pada musim panen dan 25 kg gabah pada musim paceklik. Berdasarkan
daya belinya uang dibedakan menjadi:
1. Nilai internal uang, yaitu daya beli uang dalam hubungannya dengan sejumlah barang atau jasa dalam negeri.
2. Nilai ekternal uang, yaitu nilai uang dalam negeri terhadap nilai uang luar negeri (kurs mata uang asing).
Nilai internal uang berbanding terbalik dengan harga barang. Artinya, jika harga barang dan jasa naik, maka nilai internal uang akan turun sehingga menyebabkan inflasi. Inflasi adalah keadaan di mana harga barang mengalami kenaikan terusmenerus karena jumlah uang yang beredar melebihi kebutuhan. Kebalikan dari inflasi adalah deflasi. Deflasi adalah keadaan yang menunjukkan harga barang di masyarakat cenderung turun karena uang yang beredar terlalu sedikit.



Sumber :


Translate

Free Hit Counter