Selasa, 18 Februari 2014

Manusia Keragaman dan Kesederajatan



 A.  Makna Keragaman dan Kesederajatan

1.      Makna Keragaman
Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan perbedaan dalam berbagai bidang terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi.
2.      Makna kesederajatan
Kesederajatan adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.

B. Unsur-unsur keragaman dalam masyarakat indonesia
    
 1.   Suku bangsa dan ras
Suku bangsa yang menempati wilayah indonesia dari sabang sampai merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriyah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran-ukuran tubuh, mata, ukuran kepala, dan lain sebagainya
2.      Agama dan Keyakinan
Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia.
Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra. Namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan sehari-hari (Harun Nasution:10)
            Menurut Robert H. Thouless, fakta menunjukkan bahwa agama berpusat pada tuhan atau dewa dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (Psikologi Agama:14)  
            Fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah:
·         Berfungsi edukatif
·         Berfungsi penyelamat
·         Berfungsi sebagai perdamaian
·         Berfungsi sebagai social control
·         Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas
·         Berfungsi transformatif
·         Berfungsi kreatif
·         Berfungsi sublimatif
3.      Ideologi dan Politik
Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental.



4.      Tata Krama
Tata krama yang dianggap dari Bahasa Jawa yang berarti “adat sopan santun, basa basi” pada dasarnya ialah segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.
5.      Kesenjangan Ekonomi
Bagi sebagian negara berkembang, perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. Namun umumnya, masyarakat kita berada digolongan tingkat ekonomi menengah kebawah. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi.
6.      Kesenjangan sosial
Masyarakat indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat, pankat, serta strata sosial yang hierarki. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan denagn jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta.


C.  Pengaruh keragaman terhadap kehidupan beragama, bermasyarakat, bernegara dan kehidupan global
Berdirinya negara indonesia dilatarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk, baik secara etnis, geografis, kultural maupun religius.Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistik bangsa kita. Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara indonesia.
Sifat dasar yang selalu dimiliki oleh masyarakat majemuk menurut Van De Berghe:

1.      Terjadi segmentasi kedalam kelompok kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan yang berbeda.
2.      Memiliki struktur sosial yang terbagi bagi kedalam lembaga lembaga yang bersifat non komplementer.
3.      Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota masyarakat tentang nilai  nilai sosial yang bersifat dasar.
4.      Secara relatif sering kali terjadi konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lain.
5.      Secara relatif integrasi sosial tumbuh diantara paksaan dan saling ketergantungan didalam bidang ekonomi.
6.      Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok dengan kelompok lain.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan oleh pengaruh negatif dari keragaman, yaitu:
1.      Semangat religius
2.      Semangat nasionalisme
3.      Semangat pluralisme
4.      Semangat humanisme
5.      Dialog antar umat beragama
6.      Membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi maupun konfigurasi hubungan antar agama, mediamassa dan harmonisasi dunia

D.  Problematika diskriminasi
Diskriminasi adalah tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras, agama, suku, etnis, jenis kelamin, kondisi fisik tubuh, usia, orientasi seksual, pandangan ideologi dan politik.serta batas negara, dan kebangsaan seseorang.
Pada dasarnya diskriminasi tidak terjadi begitu saja, akan tetapi karena adanya beberapa faktor penyebab. Antara lain adalah:
1.      Persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan, terutama ekonomi.
2.      Tekanan dan intimidasi biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah.
3.      Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka terus terpuruk dan menjadikorban dikriminasi.

Problematika lainnya yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. Dari kajian yang dilakukan terhadap berbagai kasus disintegrasi, bangsa dan bubarnya sebuah negara, dapat disimpulkan adanya enem faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu, yaitu:
1.      Kegagalan kepemimpinan
2.      Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama.
3.      Krisis politik
4.      Krisis sosial
5.      Demoralisasi tentara dan polisi
6.      Intervensi asing

1.      Manusia beradab dalam keragaman
Hubungan antara kebudayaan dengan peradaban sangat erat. Peradaban adalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi, indah, dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan, misalnya, adab, sopan santun, budi pekerti, budi bahasa, seni dan sebagainya.
Teori yang menunjukkan penyebab konflik di tengah masyarakat antara lain:
1.      Teori hubungan masyarakat, konflik timbul karena disebabkan polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda.
2.      Teori identitas, disebabkan identitas yang terancam yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lalu yang tidak terselesaikan.
3.      Teori kesalah pahaman antarbudaya, konflik disebabkan ketidakcocokan dalam cara-cara berkomunikasi di antara budaya yang berbeda.
4.      Teori tranformasi, disebabkan karena ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai sosial-budaya dan ekonomi.

Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ada dua macam, yaitu yang berasal dari luar masyarakat dan dari dalam itu sendiri.
Faktor yang berasal dari luar masyarakat:
1.      Akulturasi
2.      Difusi
3.      Penetrasi
4.      Invasi
5.      Asimilasi
6.      Hibridisasi
7.      Milenarisasi

Perubahan yang terjadi karena pengaruh dari dalam:
1.      Sistem pendidikan yang maju
·         Inovasi
·         Discovery
·         Invention
·         Enkulturasi atau pembudayaan
2.      Menghargai karya orang lain
3.      Adanya keterbukaan di dalam masyarakat
4.      Adanya toleransiterhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation)
5.      Penduduk yang heterogen
           
           

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial



A.      INDIVIDU DAN MASYARAKAT
1.        Manusia sebagai Makhluk Individu
Pengertian manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri manusia tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi, sebutan individu hanya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohani.
Individu adalah manusia yang memiliki kesatuan yang terbatas, yaitu manusia “perseorangan” atau “orang seorang” yang memiliki keunikan.
2.        Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia dikatakan sebagai makhluk social, yaitu makhluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain.

B.       Pengertian Masyarakat dan Ciri-cirinya
Istilah masyarakat dalam bahasa inggrisnya society, sedangkan istilah komunitas dalam bahasa inggrisnya community. Masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan antarhubungan, sedikit banyak bersifat kekal, berlandaskan perhatian dan tujuan bersama, serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relative lama.
Menurut Krech unsur atau ciri masyarakat adalah
1.      Kumpulan orang
2.      Sudah terbentuk dengan lama
3.      Sudah memiliki system social atau struktur social tersendiri.
4.      Memiliki kepercayaan, sikap, dan perilaku yang dimiliki bersama.

C.      Masyarakat Desa dan Kota
Sebuah kota sering kali ditandai dengan kehidupan yang ramai, wilayahnya luas, banyak penduduknya, hubungan yang tidak erat satu sama lain, dan mata pencaharian penduduknya bermacam-macam. Sedangkan desa sebaliknya yaitu kehidupannya sepi,tentram, hubungan satu sama lain sangat erat dan mata pencaharian Cuma beberapa macam.
Desa mengalami perubahan, sehingga unsur-unsur kota msuk di dalamnya. Begitu pula kota, meskipun disebut sebuah kota, cirri-ciri atau kebiasaan desa masih ada yang melekat di dalamnya.

D.      Interaksi Sosial
Interaksi social adalah proses-proses social, yang menunjuk pada hubungan-hubungan social yang dinamis. Interaksi social merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, antara kelompok dengan kelompok, antara individu dengan kelompok.


Adapun faktor-faktor yang mendasari interaksi social yaitu :

1.      Faktor Imitasi
2.      Faktor Sugesti
3.      Faktor Identifikasi
4.      Faktor Simpati

E.       Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Setiap individu adalah anggota dari suatu kelompok. Tetapi tidak setiap warga dari suatu masyarakat hanya menjadi anggota dari satu kelompok tertentu, ia bisa menjadi anggota lebih dari satu kelompok social.
Menurut Max Weber menjelaskan stratifikasi social dalam tiga dimensi :
1.      Dimensi kekayaan
2.      Dimensi kekuasaan
3.      Dimensi prestise
Ketiga dari dimensi Karl Weber lebih memadai untuk digunakan dalam pembahasan ini, karena dianggap komprehensif dibandingkan dengan Krl Mark yang hanya melihat dari segi/sudut ekonomi.
Dimensi tersebut diatas membentuk formasi social tersendiri. Dimensi kekayaan membentuk formasi social yang disebut kelas, dimensi kekuasaan membentuk partai, dan dimensi prestise membentuk status.

Translate

Free Hit Counter